MT adalah EmpTy adalah Kosong

Saya tertarik dengan tulisan di bawah ini, saya ambil dari blog tetangga. Kebetulan pada tanggal 26 November kemarin saya baru saja mengikuti tes MT dari Konimex Group. Lagi nunggu hasil nih. Nunggu SMS....

MT (Management Trainee) memang suatu posisi yang dijadikan incaran, posisi empuk cepat naik ke jajaran manajemen menengah maupun atas. Bayangkan aja, baru masuk sudah menyandang posisi lebih dari beberapa Supervisor yang telah bekerja belasan tahun. Hanya sedikit di abwah manajer, berbekal pengalaman minim dan harapan besar maka seorang MT diharapkan cepat matang

Ibarat kata mangga karbitan, kalau dikarbit maka rasanya gak begitu enak, karena proses matangnya tidak berlangsung alamiah dan dipaksakan. Meskipun tidak dapat dipungkiri memang karbitan adalah cara cepat memenuhi permintaan besar mengenai mangga matang. Analoginya dengan MT, posisi yang tinggi dan tekanan besar memaksa munculnya “karbitan” di perusahaan, apabila ngga dibekali dengan kematangan emosional maka arogansi anak muda akan muncul, tidak mengingat bahwa di sekitarnya banyak orang-orang yang iri karena keberhasilannya langsung naik di posisi “empuk”. Bila sudah seperti itu MT akan hanya menjadi “empty” (baca : emti), dimana empty = kosong maka seorang MT akan menjadi kosong karena program perusahaan yang memaksa seseorang cepat naik.

Management Trainee

Bersyukurlah MT perusahaan yang berada pada jalur yang baik, tidak matang karbitan, namun menuntut Intelektual tinggi untuk cepat belajar dan menemukan ide-ide baru untuk kemajuan perusahaan. Dengan Intelektualnya dan kemauan belajar maka pengalaman belasan tahun orang-orang karir akan bias disamai bahkan dilampaui. Pengalaman adalah hal minus bagi MT, bulan demi bulan yang berjalan terasa begitu singkat sampai pada waktunya perusahaan menganggap si MT sudah siap atau belum. Jika sudah maka bersiaplah memimpin ratusan orang yang kebanyakan berusia dan memiliki pengalaman lebih banyak, jika belum maka silahkan terus menerus menikmati jabatan MT anda.

Ukuran kinerja MT juga menjadi abstrak, karena kinerja saat posisi belum jelas (belum ada jabatan structural), bahkan keharusan mengkoordinir puluhan orang dengan pengalaman belasan tahun menjadi seni tersendiri, setidaknya MT memiliki satu tingkat kecerdasan yang mengharuskan dirinya mengkoordinir orang-orang dan mengarahkan orang-orang itu untuk suatu tujuan bersama, itu sih definisi lain dari kepemimpinan…

Browsing di internet tentang MT juga menemui beberapa hal mirip, tekanan besar padahal belum memiliki anak buah yang jelas, buntut2 nya keharusan melakukan beberap proyek akan dikerjakan seadanya dengan hasil semaksimal mungkin. Sedikit berbeda memang jika menganalisa MT dengan karyawan karir, biasanya karyawan karir akan menganggap remeh seorang MT dan di sinilah letak atau celah yang bias dimanfaatkan seorang MT. Ketika dipandang sebelah mata, maka seorang MT akan mampu merendahkan dirinya (sesuai anggapan “rendah”) dan menyerap ilmu dari lingkungan. Biasanya ketika dianggap remeh dan dipandang sebelah mata, maka informasi akan terbuka seluas-luasnya dan proses interaksi dengan karyawan sekitar jauh lebih mudah.

MT = Empty = kosong, setuju, namun seorang MT punya waktu untuk membuat kekosongan itu menjadi sesuatu yang penuh terisi dan menjadi berguna tanpa mengancam kedudukan siapapun, bahkan karyawan karir merasa manfaat dari kehadiran MT bukan sekedar merasa iri dan terancam. Benar?

Punya pengalaman? Ayo berbagi cerita disini ya.
Sumber : romailprincipe

1 komentar:

Anonim mengatakan...

MT 11 bulan, sudah semakin isi... gak begitu kosong lagi...hehe